- Bapak Kerja Remote
- Posts
- Pentingnya Memenangkan Atensi
Pentingnya Memenangkan Atensi
Atensi, sudah menjelma menjadi currency.
Di social media era seperti sekarang ini, banyak orang yang bilang bahwa semua sedang berlomba-lomba untuk mencuri atensi. Maksudnya? Atensi atau perhatian kita yang sekarang jadi komoditas paling penting.
Di ranah konten, kita akan melihat dan milih konten yang sesuai dengan preferensi kita. Kenapa? Karena waktu dan tenaga kita terbatas. Andai, kita punya waktu dan tenaga yang tidak terbatas, maka tak perlu kita memilah dan memilih konten yang mau kita lihat. Sikat aja semuanya!
Tapi, masalahnya jumlah konten di social media sangaaaat banyak, sedang waktu dan tenaga kita sangat terbatas. Hasilnya? Kita akan menyeleksi mana yang layak kita beri atensi. Gambarannya, dari 10.000 konten, kita mungkin hanya akan memberi atensi kita ke 1.000 atau kurang konten dalam sehari. Ini cuma gambaran saja yah.
Oke, lantas apa hubungannya dengan kerja remote?
Recruiter punya kendala yang sama dengan kita; punya waktu dan tenaga yang terbatas. Artinya? Mereka akan melakukan filter yang sama juga dalam mencurahkan atensinya. Tapi, untuk konteks ini, objeknya adalah lamaran kerja, bukan konten.
Coba renungkan, ada berapa banyak lamaran yang harus diseleksi oleh seorang recruiter? Mungkin ratusan atau bahkan ribuan. Nggak mungkin semuanya dibaca secara mendetail. Dan, mungkin ada lamaran kita di antara ratusan atau ribuan lamaran itu.
Dengan logika yang sama, artinya kita perlu pastikan bahwa lamaran kita bisa mencuri atensi recruiter. Supaya lamaran kita mendapatkan perhatian dari recruiter, bisa masuk ke shortlist dan lanjut ke fase interview.
Pertanyannya, “Gimana caranya?”
Pastikan Lamaran Kita Relevan
Relevansi adalah kunci! Cek dulu, apa yang mau kita lamar, itu relevan nggak dengan apa yang kita miliki? Pengalaman di graphic design, tapi mau nyoba lamar pekerjaan project manager. Relevan? Kalau belum atau tidak relevan, coba pertimbangkan ulang. Karena, relevansi yang rendah adalah faktor terbesar yang membuat recruiter tidak menaruh atensi di lamaran kita.Summary
Jangan lupa cantumkan summary yang menggambarkan siapa kita sebenarnya. Singkat. padat, jelas. Ini adalah bagian yang akan menentukan apakah recruiter akan tertarik dengan profile kita atau tidak. Saya lihat, banyak orang yang belum mencantumkan summary atau deskripsi singkat dari pengalamannya saat melamar kerja.Selling Point
Apa nilai jual kalian? Apakah karena sudah punya pengalaman kerja lebih dari 10 tahun? Apakah karena punya capaian yang bombastis? Atau karena punya banyak sertifikasi? Pastikan dulu apa nilai jualnya, dan gunakan nilai jual ini sebagai acuan dalam melamar pekerjaan.
Dari tiga hal di atas, mana yang sekiranya masih membuat kalian bingung? Coba comment, nanti saya bantu jawab.
Salam,
Bapak Kerja Remote