Patah Hati Terhebat; Di-Ghosting Recruiter

Rasanya hampa, bikin gundah gulana.

Selama 31 tahun saya hidup di dunia yang fana ini, terhitung hanya ada beberapa momen yang layak masuk dalam kategori patah hati terhebat.

Pertama, saat saya gagal masuk ke PTN impian hampir 13 tahun lalu.
Kedua, saat Alex Ferguson resmi pensiun dari kursi pelatih Manchester United. Iya, saya adalah fans klub Liga Inggris yang semenjana itu.

Ketiga, tiap kali saya di-ghosting recruiter.

Dari pengalaman saya pribadi, nomor tiga yang paling dahsyat efeknya.

Setiap kali saya apply pekerjaan, ada sebersit harapan yang ikut saya kirimkan bersamaan dengan resume ke recruiter. Memang manusia tidak pernah belajar, bahwa harapan adalah pintu masuk ke alam kekecawaan. Tapi, namanya manusia, berharap adalah sifat alaminya.

Hari demi hari berganti, tak kunjung ada kabar atau konfirmasi dari recruiter. Paling mentok, saya hanya menerima auto email berisikan kabar bahwa application sudah diterima. Tidak kurang, tidak lebih. Tidak ada kabar berikutnya. Hingga di satu titik, saya tak lagi muluk berharap menemukan email dengan isi “Congrats, you move forward to the next hiring process!” Bahkan email berisi penolakan pun saya harapkan kedatangannya.

Terombang-ambing tanpa kepastian sungguh tidak sedap dirasakan. Mau dibilang nggak lolos ke tahap berikutnya, kok nggak ada penolakan. Mau beranggapan masih ada harapan, tapi kok nggak ada email konfirmasi tahap berikutnya. Serba salah kan? Akhirnya yang bisa dilakukan hanya memeriksa email tiap hari dengan masih membawa sedikit harapan. Dan, namanya harapan, selalu sepaket dengan kekecawaan. Patah hati terhebat memang datang dari recruiter yang hobi ghosting.

Anda saya punya lampu ajaib berisikan jin dengan tiga permintaan bagai Aladdin, saya akan minta satu permintaan, “Wahai jin, tolong perintahkan semua recruiter untuk tidak lagi hobi ghosting para pelamar kerja!” Disusul dengan dua permintaan berikutnya; uang 10M supaya nggak perlu lagi melamar kerja, dan Manchester United bisa bermain baik di musim ini.

Rasa-rasanya, jin pun tidak bisa mengabulkan permintaan saya. Terutama poin soal Manchester United.

Salam,
Bapak Kerja Remote

Kamu capek di-ghosting recruiter terus? Mungkin cara kamu apply kerjaan masih kurang tepat. Coba cek e-book yang satu ini, supaya kalian bisa membasmi recruiter yang doyan ghosting itu!