- Bapak Kerja Remote
- Posts
- Panduan Dasar Mencari Pekerjaan Remote Part 2
Panduan Dasar Mencari Pekerjaan Remote Part 2
Lanjutan dari part 1 kemarin
Ini adalah part kedua dari tulisan saya sebelumnya: Panduan Dasar Mencari Pekerjaan Remote. Tulisan tahap kedua ini saya tulis karena saya melihat ada beberapa hal yang perlu dijelaskan dalam proses mencari pekerjaan remote. Sebelum saya mulai, saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca tulisan-tulisan saya.
Rata-rata pertanyaan yang saya terima mengenai pekerjaan remote adalah:
Apakah bisa mendapatkan pekerjaan remote tanpa pengalaman?
Bagaimana cara memulainya?
Kerja remote itu berarti jadi karyawan?
Apakah bisa cepat mendapatkan kerja remote?
Saya akan coba jawab dan jelaskan tiap poin sedetail mungkin.
Apakah Bisa Mendapatkan Kerja Remote Tanpa Pengalaman?
Jawabannya, tentu saja bisa dan tidak. Lho kok begitu? Sama seperti pekerjaan on-site lainnya, kerja remote ini punya banyak level; entry level, mid level, senior, bahkan C-level.
Bisa dan tidaknya mendapatkan kerja remote tanpa pengalaman tergantung dari level yang mau kalian coba. Sepengalaman saya, untuk entryl level, beberapa role yang tidak terlalu teknikal bisa didapatkan tanpa pengalaman sama sekali. Tapi, ingat, ini entry level, jadi pasti secara salary tidak akan terlalu tinggi. Pelan-pelan, semua ada tahapannya.
Untuk mid level ke atas, pengalaman wajib hukumnya. Tidak mungkin kan suatu perusahaan mau mengambil risiko mempekerjakan seseorang tanpa pengalaman di mid level? Kalau kemudian ditanya lebih lanjut lagi, “Berapa banyak pengalaman yang dibutuhkan?” Perusahaan dan industri punya standarnya sendiri-sendiri soal hal ini. Tapi kalau saya lihat, untuk mid level ke atas, setidaknya butuh pengalaman selama 2 tahun di bidang terkait. Saya pribadi bisa mendapatkan posisi senior setelah 10 tahun malang melintang di dunia kerja.
Harus Mulai Dari Mana?
Mulai dari mengenali diri sendiri. Klise? Terdengar klise, tapi perjalanan kalian mencari pekerjaan remote dimulai ketika kalian sudah paham tiga hal ini:
Kalian punya interest apa?
Kalian punya skill apa?
Kalian mau role apa?
Coba jawab tiga pertanyaan itu dulu. Contohnya seperti ini:
Interest: Digital Marketing, Branding.
Skill: Bikin content, editing video.
Role yang diinginkan: Content creator, social media manager, video editor.
Tiga hal di atas berjalan selaras kan? Interest, skill dan role yang diinginkan saling mendukung satu sama lain.
Pesan saya, kalau kalian sendiri belum tahu kalian tertarik dengan apa, bisa apa dan ingin role apa, maka proses pencarian kerja remote kalian akan terasa begitu panjang. Semua opportunity akan kalian kejar, bahkan yang tidak relevan dengan diri kalian. Waktu dan tenaga kalian akan habis untuk hal yang sebetulnya bukan untuk kalian. Dan pada akhirnya kalian akan merasa gagal karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan remote.
Apakah Bisa Cepat Dapat Kerja Remote?
Dari pengalaman saya, mencari pekerjaan remote itu sama seperti mencari pekerjaan on-site. Prosesnya cenderung lama dan butuh waktu. Meski pun ada juga orang yang bisa mendapatkan pekerjaan remote dengan cepat. Saya akan bahas part ini nanti.
Coba kita analisa prosesnya. Mulai dari mengirimkan lamaran, proses filtrasi dari perusahaan, interview, offering, negosiasi hingga akhirnya muncul kontrak. Tiap tahap punya jangka waktunya sendiri, dan akan berbeda di masing-masing perusahaan. Katakanlah semua proses berjalan dengan lancar, dan membutuhkan setidaknya dua minggu di tiap tahap. Setidaknya butuh waktu 10 minggu untuk bisa mendapatkan pekerjaan remote.
Belum lagi kalau ternyata kalian gugur di tengah jalan. Maka kalian harus mengulang prosesnya di perusahaan lainnya. Tentu prosesnya akan jadi lebih lama lagi.
Buat saya, mencari kerja remote atau pun on-site itu mirip marathon. Kalian butuh daya tahan, kesabaran dan resiliensi untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang kalian idamkan. Saya pernah kok harus menunggu hampir 2–3 bulan sebelum mendapatkan satu pekerjaan.
Bagaimana dengan orang yang bisa mendapatkan pekerjaan dengan relatif cepat? Kemungkinannya cuma satu; orang ini benar-benar punya pengalaman dan pencapaian yang luar biasa di bidangnya. Sehingga perusahaan atau head hunter ingin segera menjadikannya karyawan.
Semoga panduan ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses mencari pekerjaan remote.
Demikian panduan singkat part 2-yang saya yakin-bisa kalian dapatkan nggak cuma di tulisan ini. Semoga bermanfaat dan kalian bisa mendapatkan pekerjaan remote yang kalian idamkan!
Salam,
Bapak Kerja Remote