Lebaran; Menghadapi Pertanyaan

Salah satu tantangan menjadi pekerja remote

Selain opor dan berkumpul dengan keluarga, pertanyaan soal pekerjaan adalah hal yang sangat lekat dengan momen lebaran. Sepakat?

Biasanya yang bertanya adalah kerabat jauh atau tetangga. Mungkin pakdhe atau budhe yang paling hanya kita temui beberapa tahun sekali. Atau tetangga yang sebetulnya sering kita temui, tapi memang tidak terlalu memahami apa yang kita lalui sehari-hari.

Mungkin buat sebagian besar orang, menghadapi pertanyaan tentang pekerjaan di momen lebaran bukan hal yang besar. Tapi, buat orang yang cosplay pengangguran macam saya, hal ini menjadi sebuah tantangan.

Pasalnya, jangankan kerabat jauh, saya rasa beberapa anggota keluarga yang cukup dekat dengan saya, belum paham sebetulnya pekerjaan saya ini sebetulnya apa ~

Yah, memang sulit untuk menjelaskan satu bentuk kerja yang mungkin hanya dikenal oleh generasi tertentu saja. Tapi, justru itu serunya! Meski, jujur saja, di awal perjalanan menjadi pekerja remote, saya masih berusaha menjelaskan duduk perkara tentang pekerjaan saya. Tentu saja, beberapa kali lebaran kemudian, saya menyerah.

Biasanya, saya cuma akan menjawab, “Kerja ikut perusahaan luar negeri!”, tiap kali ada pertanyaan soal pekerjaan.

Apakah ada yang mengalami hal serupa? Saya punya ide untuk menceritakan berbagai macam hal yang cukup konyol selama bekerja sebagai pekerja remote di bulan Ramadan ini. Semoga, ide ini tak hanya menjadi ide. Semoga, terealisasi.

Salam,
Bapak Kerja Remote