Judulnya Aja Bapak, Audience-nya Lebih Banyak Perempuan

Sebuah fenomena dari akun yang personanya bapak-bapak

Pertama kali saya membuat akun Bapak Kerja Remote, saya cuma ingin punya akun yang personanya sangat dekat dengan kehidupan saya pribadi. Keinginan tersebut tersaji dalam akun bernama Bapak Kerja Remote. Pertama, saya sudah masuk kategori bapak-bapak. Kedua, saya emang kerja remote. Sah!

Awalnya, saya mengira audience saya akan didominasi oleh bapak-bapak atau kaum laki-laki. Tentu saja, karena personanya kan bapak-bapak! Tapi, hidup memang penuh kejutan. Dalam 2 bulan terakhir, realita berbicara lain.

Secara angka, followers saya memang didominasi oleh laki-laki. Saya rasa angkanya di atas 55%. Entah kenapa, ketika saya menulis tulisan ini, insight Threads lagi error, jadi nggak bisa dibuka. Yaudah, kalian percaya kan dengan omongan saya?

Dominasi kaum adam di list pengikut tentu bukan hal yang mengejutkan buat saya. Toh, emang saya dari awal membawa persona bapak-bapak. Tapi, justru di 2 bulan terakhir ini, interaksi justru kebanyakan datang dari perempuan. Entah itu dalam sesi 1 on 1, peserta course atau sesederhana interaksi di Threadsi

Rasanya, di 3 minggu terakhir, hampir 90% sesi 1 on 1 diisi oleh teman-teman perempuan dari latar belakang yang beragam; ibu rumah tangga, mahasiswa tingkat akhir, pekerja swasta, pekerja BUMN, hingga pemilik bisnis.

Awalnya, saya nggak terlalu melihat ini sebagai hal yang cukup istimewa. Karena saya pikir, hanya kebetulan saja. Tapi, semakin ke sini, saya mulai sadar bahwa distribusinya semakin banyak diisi oleh perempuan.

Ini hanya asumsi, tapi saya mulai berpikir bahwa ini adalah tanda bahwa perempuan memiliki semangat tinggi untuk belajar dan terus berkembang. Saya pribadi merasa terharu, karena mendapat kepercayaan dari teman-teman perempuan dalam hal mencari kerja. Bayangkan, saya dipercaya untuk ikut andil dalam menentukan ke mana arah karier mereka berikutnya.

Lewat tulisan ini saya mau menyampaikan betapa saya menaruh respect setinggi-tingginya bagi semua perempuan yang tak pernah kendur semangatnya untuk berkembang; baik sebagai seorang perempuan mau pun sebagai seorang pekerja. Semoga, akun yang personanya bapak-bapak ini bisa membantu perempuan di luar sana yang masih mencari jalan terbaik dalam konteks pekerjaan.

Oh iya, istri saya komentar begini saat saya cerita soal hal ini, “Nggak heran, kamu itu malah lebih luwes interaksinya sama perempuan-terutama ibu-ibu-ketimbang sama cowok.” Saya sendiri nggak sadar soal hal ini, sampai istri saya yang mengutarakan.

Doa saya selalu menyertai semua perempuan yang masih berjuang dalam mencari pekerjaan remote. Kalian gigih! Kalian pasti akan menemukan pekerjaan remote impian kalian.

Salam,
Bapak Kerja Remote