Framework Memulai Karier Remote Work

Semua itu ada cara dan framework-nya kok

Panduan dasar mencari pekerjaan remote part 1 dan part 2 sudah ada. Lantas apa bedanya dengan framework ini? Dua panduan tadi ibarat sebuah pengenalannya, framework ini ibarat rancangan kerjanya.

Apa yang harus dilakukan? Role apa yang bisa diincar? Full-time atau freelance? Adalah beberapa pertanyaan yang bisa kalian jawab sendiri menggunakan framework ini. Siap? Mari kita mulai.

Sebelum membaca, saya sarankan untuk menyiapkan kertas atau media apa pun untuk menulis jawaban. Karena, framework ini berisikan pertanyaan-pertanyaan yang harus kalian jawab sesuai dengan kondisi dan preferensi kalian untuk kemudian menjadi rancangan kerja dalam hunting pekerjaan remote.

Caranya sederhana, cukup jawab masing-masing pertanyaan secara spontan dan jelas. Nanti di bagian akhir, kalian tinggal ikuti instruksi yang ada sesuai dengan jawaban kalian sendiri.

  1. Apakah sudah punya pengalaman kerja remote sebelumnya?

  2. Skill apa yang dimiliki?

  3. Role apa yang diminati?

  4. Apa hal yang disukai?

  5. Jenis pekerjaan apa yang ingin dicari? (full-time, part-time, freelance)

  6. Perusahaan lokal atau luar Indonesia?

  7. Apakah sudah punya LinkedIn?

  8. Apakah sudah punya resume dan portfolio yang baik?

Luangkan waktu 15–30 menit untuk menjawab delapan pertanyaan di atas. Kalau sudah, ikuti instruksi di bawah ini sesuai dengan jawaban kalian.

Pengalaman Kerja Remote

Cek jawaban dari pertanyaan nomor 1.

Bagi yang sudah pernah punya pengalaman kerja remote, kalian bisa skip bagian ini dan langsung ke bagian berikutnya.

Bagi yang baru pertama kali ingin mencari pekerjaan remote, ada beberapa hal yang perlu kalian pahami terlebih dahulu. Bekerja secara remote ini memang terlihat menyenangkan, karena bisa kerja di mana saja, termasuk di rumah. Tapi, ingat bahwa ini tetap dalam konteks bekerja. Akan ada tanggung jawab yang harus dipenuhi saat jam kerja.

Tanamkan mindset bahwa di mana pun lokasinya, pekerjaan harus dikerjakan dengan sebaik mungkin. Bukan karena pekerjaan tidak dilakukan di kantor, performa kita dalam bekerja juga menjadi tidak maksimal. Kerja secara remote membutuhkan kemandirian dalam mengatur to-do-list dan waktu bekerja. Saya sarankan kalian yang baru pertama kali bekerja secara remote untuk setidaknya memiliki sistem manajemen waktu dan kerja. Saya pribadi menggunakan Notion & Trello sebagai project management tools untuk mengatur workload saya sehari-hari saat bekerja secara remote.

Biasanya, perusahaan yang mempekerjakan pekerja remote akan menggunakan project management tools serupa untuk memastikan semua pekerjaan terpantau dengan baik. Pelajari beberapa project management tools sebagai berikut ini: Jira, Click Up, Monday.com, Trello, Notion.

Role & Skill

Silakan cek jawaban dari pertanyaan nomor 2–4.

Skill apa yang dimiliki? Role apa yang diminati? Apa hal yang disukai?

Tulis jawaban kalian dengan format sebagai berikut:
Saya punya kemampuan (skill), ingin melamar pekerjaan sebagai (role) dan menyukai (hal yang disukai).
Contoh: Saya punya kemampuan meng-handle client dan mengelola budget, ingin melamar pekerjaan sebagai creative project manager dan menyukai industri kreatif.

Coba rasakan, apakah kalimat versi kalian terasa masuk akal? Orang yang punya kemampuan client handling, ingin mencoba role sebagai creative project manager karena menyukai industri kreatif, terasa masuk akal kan?

Bagaimana kalau ternyata kalimat versi kalian tidak terasa masuk akal? Mungkin kalian punya skill client handling tapi kalian ingin mencoba role sebagai UI/UX Designer? Artinya kalian perlu switching career. Polanya akan sedikit berbeda bagi kalian yang ternyata harus switching career. Setidaknya lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Bekali diri dengan skill yang relevan dengan role baru kalian

  2. Pelajari career path role baru kalian

  3. Siapkan resume & portfolio yang relevan dengan role baru kalian

Switching career akan membutuhkan effort dan waktu yang lebih banyak, tapi bukan berarti mustahil dilakukan.

Bagaimana dengan bagian hal yang disukai? Bagian ini berguna untuk mempertajam spesialisasi kalian. Misalnya kalian adalah data analis yang suka sepak bola. Maka, kalian punya peluang untuk mencari role sebagai sport scientist/sport analysis. Interest kalian bisa menjadi daya jual tersendiri dalam proses mencari pekerjaan remote.

Jenis Pekerjaan & Perusahaan

Cek jawaban dari pertanyaan nomor 5–6.

Tulis jawaban kalian dengan format sebagai berikut:
Saya ingin posisi (full-time, part-time, freelance), di perusahaan (lokal/luar Indonesia)
Contoh: Saya ingin posisi full-time, di perusahaan luar Indonesia.

Mari mulai dari jenis pekerjaan.

Full-time dan part-time akan memiliki jam kerja yang harus diikuti, menyesuaikan kebijakan perusahaan. Kalian akan terhitung sebagai karyawan dengan tanggal gajian setiap bulan. Sedangkan, freelance punya jam kerja yang jauh lebih fleksibel. Yang penting, pekerjaan ter-deliver dengan baik. Kalian bisa kerjakan kapan saja, tanpa ada jam kerja yang mengikat. Freelance akan dibayar ketika pekerjaan yang sudah disepakati berhasil kalian selesaikan, alias sistemnya bukan gajian.

Mari berlanjut ke lokasi perusahaan, apakah lokal atau di luar Indonesia.

Kalau kalian ingin mendapatkan pekerjaan remote dari luar Indonesia, maka kemampuan berbahasa Inggris adalah wajib hukumnya. Karena rekan kerja kalian pasti berasal dari berbagai penjuru dunia. Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional akan digunakan dalam komunikasi harian. Saya sarankan kalian menguasai bahasa Inggris secara pasif mau pun aktif (terutama speaking). Kalian bisa gunakan aplikasi seperti Duolingo untuk mempertajam skill bahasa Inggris kalian.

Resume, Portfolio & LinkedIn

Cek jawaban dari pertanyaan nomor 7–8.

Untuk kalian yang sudah punya resume dan portfolio, selamat kalian bisa memulai proses mencari pekerjaan remote. Tapi, bagi kalian yang belum punya resume & porfolio, saya sarankan segera siapkan! Karena dua hal ini adalah senjata utama kalian dalam mencari pekerjaan remote.

Kemudian kita masuk ke bagian Linkedin. LinkedIn adalah tempat mencari pekerjaan remote yang menurut saya paling efektif. Saya berhasil mendapatkan tiga pekerjaan remote selama 4 tahun terakhir ini dari LinkedIn. Jadi, kalau kalian belum punya LinkedIn, saya sarankan kalian mulai membuat profile kalian.

Jika sudah memiliki LinkedIn, optimisasi profile kalian agar menarik para recruiter di LinkedIn. Kalian bisa mengikuti cara yang ada di sini.

Action Plan

Setelah ini, kalian perlu membuat action plan & timeline agar proses mencari pekerjaan remote dapat berjalan maksimal.

Gunakan action plan di bawah ini sebagai panduan (saya buat dalam satuan mingguan):

Bagi yang tidak memerlukan switching career:

  1. Week 1: Optimasi LinkedIn

  2. Week 2: Update resume & portfolio

  3. Week 3: Lakukan riset di LinkedIn Job Board. Buat list perusahaan yang kalian rasa cocok.

  4. Week 4 dan seterusnya: Mulai apply pekerjaan pada perusahaan yang sudah ada di list kalian. Saya sarankan kalian untuk mencatat tanggal apply kalian untuk masing-masing pekerjaan, dan lakukan follow up 3 hari setelah kalian apply ke perusahaan. Hal ini akan membantu supaya lamaran kalian tidak di-skip oleh perusahaan.

Bagi yang memerlukan switching career:

  1. Week 1: Lakukan riset mengenai role baru kalian. Buat list skill baru yang perlu kalian pelajari.

  2. Week 2: Cari resources untuk mempelajari skill baru. Bisa melalui YouTube, podcast atau Massive Online Open Course seperti Udemy, Skill Share, dll.

  3. Week 3 dan seterusnya: Mulai optimasi LinkedIn dan update resume & porfolio.

  4. Jika kalian merasa sudah siap dengan skill baru kalian, mulai riset perusahaan yang kalian incar dan mulai apply. Saya sarankan kalian untuk mencatat tanggal apply kalian untuk masing-masing pekerjaan, dan lakukan follow up 3 hari setelah kalian apply ke perusahaan. Hal ini akan membantu supaya lamaran kalian tidak di-skip oleh perusahaan.

Demikian framework yang bisa kalian gunakan untuk mempersiapkan diri dalam mencari pekerjaan remote. Dengan framework ini, saya berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan Jepang, US & Malaysia. Semoga, framework ini bisa berguna juga untuk kalian.

Salam,
Bapak Kerja Remote